5 Langkah HR Management Yang Efisien Dalam Perusahaan

langkah HR Management

Ada beberapa langkah HR Management yang efisien untuk diperhatikan dengan benar. Sebab bagaimanapun juga Human Resources yang lebih sering dikenal dengan istilah HRD bersentuhan langsung dengan seluruh tenaga kerja di perusahaan. Sedangkan maju atau mundurnya perusahaan salah satunya dipengaruhi oleh kinerja SDM atau karyawan yang diharapkan selalu berjalan secara efektif dan efisien. Oleh karena itu HRD perlu memiliki berbagai langkah yang tepat sehingga tujuan perusahaan bisa dicapai. Langkah yang dilakukan oleh tim HRD haruslah efektif sehingga bisa memberikan hasil terbaik untuk berbagai pihak. Misalnya bagi perusahaan dan juga bagi para karyawan perusahaan. Dengan adanya langkah dan strategi yang tepat dari HRD maka baik perusahaan ataupun karyawan tentu akan menjadi lebih mudah dalam mencapai tujuannya.

Penempatan SDM

HR perlu tahu benar bagaimana kualifikasi orang yang melamar kerja hingga diterima menjadi karyawan di perusahaan. Setiap SDM yang direkrut oleh perusahaan berarti memang dibutuhkan keberadaannya oleh perusahaan di berbagai bidang tertentu. Oleh karena itu penempatan SDM pada suatu posisi di perusahaan harus dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan keahliannya. Tentu nantinya karyawan akan bekerja secara maksimal.

Pengembangan SDM

Pengembangan SDM juga menjadi tugas penting bagi HRD sebab pengembangan ini merupakan fasilitas bagi para karyawan. Dengan adanya pengembangan SDM ini maka setiap karyawan tentu dapat bekerja dengan semakin baik. Karyawan bisa jadi lebih produktif sehingga bisa melakukan pekerjaannya secara lebih efektif. Dengan demikian maka para karyawan bisa bekerja sesuai dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan.

HR Management Trainee

Langkah yang satu ini sangat berarti bagi karyawan fresh graduate. Sebab melalui sistem ini maka para karyawan dapat mengembangkan keahlian dan kemampuannya dalam bekerja. Biasanya di dalam sistem ini terdapat program pelatihan karyawan di berbagai divisi terutama untuk karyawan baru. Jadi nantinya para karyawan dapat bekerja sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Membangun komunikasi

HRD sudah tentu menjadi jembatan antara perusahaan dan tenaga kerja. Oleh karena itu HRD harus membangun jalinan komunikasi yang baik dengan pihak mana saja. Baik dengan pihak atasan dan pejabat perusahaan maupun dengan pihak tenaga kerja atau karyawan. Adanya hubungan yang baik tentunya akan semakin memperlancar komunikasi dua arah antara pimpinan atau atasan dengan pekerja atau bawahan sehingga tercipta keselarasan dan harmonisasi.

Evaluasi SDM HR Management

Tahap terakhir yang perlu dilakukan oleh HR Department atau Divisi HRD di perusahaan adalah melakukan evaluasi terhadap kinerja karyawan. Melalui tindakan evaluasi inilah maka nantinya pimpinan bisa menilai kinerja para karyawannya. Hasil evaluasi akan menentukan apakah perlu diadakan pelatihan dan pengembangan karyawan. Atau mungkin apakah karyawan yang berprestasi perlu mendapatkan reward agar semakin termotivasi.

Lima langkah HR Management yang efisien di atas akan turut menentukan keberhasilan karyawan sebagai roda penggerak perusahaan. Dengan adanya berbagai langkah efisien maka diharapkan agar para karyawan bisa memberikan kontribusi yang baik bagi perusahaan. Oleh karena itu peran HR Management perlu diperhatikan lebih lanjut termasuk dalam hal administrasi pegawai dan lainnya. Sebab perannya tersebut sangatlah penting terutama untuk kemajuan karyawan dan perusahaan. Jika manajemen SDM bisa berjalan dengan baik maka kinerja SDM juga akan semakin meningkat. Dengan kata lain proses operasional perusahaan akan berjalan dengan lancar dan produktivitas semakin meningkat pula.

Read More

Strategi Mengatasi Konflik di perushaaan

Strategi manajemen konflik – Beragam perbedaan pendapat, tujuan, kepentingan, proses berpikir dan berselisih paham akan mengarah pada konflik. Konflik yang tidak dapat diselesaikan dengan baik akan berdampak pada menurunnya kepercayaan pada organisasi dan menurunnya produktivitas seorang karyawan.

Dalam organisasi yang sangat menuntut adanya kerjasama tim, konflik yang tidak tertangani menjadi sinyal kuat akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Munculnya suatu konflik sehingga manajemen konflik dalam organisasi berperan penting untuk menjaga iklim kerja yang kondusif dalam organisasi.

Apa itu Manajemen Konflik?

Manajemen konflik berperan dalam mengelola konflik untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien dalam menyelesaikan suatu masalah. Manajemen konflik merupakan salah satu cara yang digunakan oleh individu untuk menghadapi perselisihan antara dirinya dengan orang lain. Sehingga individu tersebut mendapatkan solusi tepat dan jalan keluar terhadap masalah atau konflik yang dihadapi.

Mengelola konflik perlu menggunakan skala prioritas agar konflik tersebut tidak menimbulkan kekacauan dalam koordinasi dan integrasi antara fungsi dan divisi dalam organisasi. Sebagai karyawan atau pemilik usaha, Anda harus bisa menangani konflik sebelum konflik semakin meningkat dan tidak bisa diperbaiki. Berikut lima strategi manajemen konflik yang bisa Anda pelajari.

5 Strategi Manajemen Konflik

5 Strategi Manajemen Konflik

1 ) Akomodatif (Accomodating)

Strategi akomodatif mengharuskan salah satu pihak mengalah untuk bisa menyelesaikan suatu konflik. Strategi ini tepat digunakan ketika salah satu pihak ingin menjaga suasana kerja yang damai, tanpa konflik dan mengabaikan keinginan diri sendiri dengan memuaskan kebutuhan orang atau kelompok. Biasanya strategi ini dilakukan oleh pihak lain yang lebih profesional atau memiliki solusi tepat dalam mengatasi konflik. Dengan kata lain, strategi akomodatif adalah strategi “Saya Kalah, Anda Menang” atau “I lose, You Win”.

2 ) Menghindari (Avoiding)

Strategi menghindari adalah upaya untuk menunda konflik dengan menghindari peraturan, kebijakan dan pengambilan keputusan. Dengan menunda atau mengabaikan konflik, Anda berharap masalah akan terselesaikan dengan sendirinya. Pada umumnya, mereka yang aktif menghindari konflik memiliki harga diri rendah atau memegang posisi atau jabatan yang rendah dan juga tidak berdaya dalam menghadapi konflik secara langsung. Dalam strategi ini, tidak ada pihak yang jadi pemenang dan juga tidak ada pihak yang kalah atau “No Win – No Lose”.

3 ) Kolaborasi (Collaborating)

Kolaborasi dilakukan dengan cara mengintegrasikan ide-ide dari beberapa orang yang menghadapi konflik. Tujuannya adalah untuk memuaskan semua pihak yang sedang konflik dan juga menemukan solusi kreatif yang dapat diterima oleh semua orang. Diperlukan diskusi bersama tentang permasalahan dan mencari solusi terbaik serta diperlukan kejujuran, kepercayaan dan komitmen dari semua pihak.

Gaya kolaborasi ini adalah cara yang sangat berguna untuk menggabungkan wawasan dari orang-orang dengan perspektif yang berbeda tentang suatu masalah. Sehingga dapat menghasilkan sebuah komitmen yang kuat dari masing-masing pihak. Dengan kata lain, strategi kolaborasi adalah strategi “Saya Menang, Anda Menang” atau “I win, You win”.

Namun dalam menerapkan strategi ini, perlu hati-hati karena tidak semua konflik dapat diselesaikan dengan strategi ini karena banyak memakan waktu untuk bisa mencapai kesepakatan dalam menyelesaikan konflik.

4 ) Kompromi (Compromising)

Strategi kompromi ini dilakukan dengan cara melakukan pendekatan kepada pihak yang yang sedang dalam konflik bersedia untuk mengalah atau tidak mendapatkan apa yang sebenarnya mereka inginkan demi menjaga hubungan dan kepentingan bersama.

Biasanya strategi ini dilakukan oleh orang-orang dengan kekuatan yang setara dan memilki tujuan yang sama. Strategi ini juga dilakukan ketika pemilik bisnis sedang dalam proses negosiasi dalam kontrak bisnis atau terjadi pemungutan suara (voting). Dalam strategi ini, tidak ada pemenang atau pecundang atau “No Win – No Lose” dalam suatu konflik.

5 ) Kompetisi (Competing)

Strategi kompetisi ini menggunakan pendekatan ‘menang-kalah’, dimana satu pihak yang berkompetisi termotivasi untuk mengalahkan pihak lawan. Strategi ini menjadi pilihan terbaik karena seringkali meningkatkan produktifitas kedua belah pihak yang akan mempengaruhi kinerja perusahaan.

Dalam strategi ini, yang perlu diantisipasi adalah aturan yang jelas tentang etika berkompetisi supaya tidak bersifat saling menjatuhkan dengan berbagai cara. Diperlukan sebuah tindakan tegas untuk menyelesaikan konflik tanpa bekerjasama dengan pihak lain dan bahkan dengan mengorbankan pihak lain. Dengan kata lain, strategi kompetisi adalah strategi “Saya Menang, Anda Kalah” atau “I Win, You Lose“.

Demikian informasi dari Payrollbozz mengenai strategi manajemen konflik. Semoga bermanfaat bagi para pembaca!

Read More