Sistem Slip Gaji Karyawan Paling Efektif

slip gaji karyawan

Sistem slip gaji karyawan paling efektif memang sangat penting bagi perusahaan. Ketika orang bekerja yang paling di tunggu- tunggu adalah gaji yang mereka dapatkan. Karena ketika kita mencari pekerjaan pasti untuk mencari uang dari hasil kerja keras kita. Apalagi sudah awal bulan pasti sangatlah bersemangat untuk mendapatkan gaji yang kita dapat dari hasil kerja tersebut. Pembayaran gaji karyawan dapat diberikan secara langsung ataupun melalui rekening bank yang dimiliki setiap karyawan. Pasti juga pembayaran gaji umumnya disertai dengan slip gaji. Sekarang sudah banyak sistem slip gaji karyawan melalui online karena tergolong lebih praktis dan mudah.

Tentang Slip Yang Efektif

Slip gaji saat ini jika dilihat lebih jauh memang memiliki susunan dan komposisi yang jauh lebih lengkap dan bisa dibagikan dalam berbagai bentuk termasuk elektronik. Sedangkan di zaman dulu umumnya diberikan dengan bentuk dokumen sebagai bentuk bayaran, tunjangan, dan juga potongan gaji karyawan.

Slip gaji dapat digunakan untuk keperluan apa saja. Contohnya seperti mengkreditkan suatu barang ataupun juga mengajukan pinjaman pada bank. Toko ataupun bank yang menyediakan layanan kredit barang atau utang akan menggunakan slip gaji tersebut sebagaimana alat mengukur kemampuan dari ekonomi karyawan tersebut.

Adapun saat ini sudah banyak perusahaan yang menggunakan sistem slip gaji karyawan secara online. Karena itu terhitung efektif dan lebih mudah. Mungkin ini juga lebih menghemat sumber daya alam juga dengan tidak menggunakan kertas sehingga menghemat atau mengurangi adanya penebangan pohon. Belum lagi cara yang lebih praktis, hanya tinggal membuka melalui smartphone ataupun PC karyawan.

Manfaat dari Penggunaan Sistem Slip Gaji Karyawan Online

  1. Karyawan dapat melihat kapan saja. Jadi dengan begitu lebih mudah untuk melihat slip gaji yang ada. Data tidak akan hilang dan pastinya tersimpan dengan baik. Dokumen berkas ini dapat digunakan setiap saat. Berkas juga dapat dicetak ketika karyawan membutuhkannya sehingga otomatis sangat memudahkan bagi para karyawan.
  2. Lebih aman dan juga rapi. Jika slip gaji berupa kertas pasti akan mudah lusuh bahkan juga dapat robek dan rusak. Dan tentu saja bisa hilang entah kemana. Jika slip gaji berada di dalam smartphone karyawan maka hal ini bisa dihindari. Selain itu juga tidak akan kebocoran informasi karena ini bersifat rahasia. Dokumen arsip karyawan nantinya lebih rapi juga sesuai bulan penerimaan gaji.
  3. Tidak beresiko jika berkas rusak. Tentu saja tidak akan rusak karena doumen slip terlampir secara elektronik. Dalam aplikais HR juga memaksimalkan supaya dokumen yang ada selalu terjaga. Slip gaji adalah dokumen yang legal sehingga keamanan dokumen harus terjamin.

Mengapa Slip Gaji Online Mudah digunakan?

  1. Cara penyampaian mudah. Jika ada informasi tentang adanya gaji cair karyawan tinggal menerima notivikasi yang diberikan melalui aplikasi HP. Tentu itu membuat informasi cepat didapatkan ini hanyak mengakses aplikasi, mengunduh dokumen flip, lalu mengirimkannya pada setiap karyawan di perusahaan berada. Berdasarkan perhitungan dan bagiaan nya masing- masing.
  2. Perhitungan jumlah gaji juga tepat. Tidak usah kawathir atas jumlah gaji yang tak sesuai. Karena itu suda diitung sesuai dengan yang harus didapat setiap karyawannya. Perhitungan sudah tercantum secara otomatis pada aplikasi.  

Sistem slip gaji karyawan paling efektif memang rupanya menggunakan teknologi terbaru. Salah satunya yaitu dengan jalan sistem online. Sehingga membantu tim keuangan bekerja lebih efisien.

Read More

Memilih Sistem Payroll Perusahaan Terbaik

sistem payroll

Memilih sistem payroll perusahaan terbaik dan paling tepat mungkin bisa jadi tidak mudah. Setiap sistem dan produk sering kali memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing. Sehingga tentunya sebelum memutuskan mana yang paling efektif butuh untuk mencari tahu lebih lanjut mana yang bisa diterapkan dalam perusahaan kita dan mana yang kurang sesuai. Tentu saja penggunaan sistem payroll ini pada dasarnya untuk mempermudah kerja tim keuangan perusahaan dalam pembayaran payroll karyawan. Oleh sebab itu, jika memang harus memilih sistem payroll perusahaan terbaik yang paling sesuai, simak beberapa tipsnya berikut ini.

Memilih Sistem Payroll Efisien

Sebisa mungkin memilih sistem ini haruslah yang efektif dan efisien. Dalam arti pelaksanaannya tidak berbelit-belit dan mudah dilakukan oleh anggota tim keuangan yang mana saja. Sangat penting memastikan bahwa sistem pembayaran gaji pilihan dapat dikerjakan oleh siapapun di dalam tim keuangan. Sistem yang susah dan tidak familiar tentu saja menyulitkan langkah kerja tim keuangan dalam melakukan penggajian secara otomatis maupun melakukan monitor secara berkala. Oleh sebab itu sebaiknya pastikan untuk menggunakan sistem payroll yang efisien, hemat waktu dan tenaga, sebisa mungkin serba otomatis.

Sistem Payroll Online Dan Otomatis

Umumnya kebanyakan perusahaan lebih memilih untuk menggunakan sistem payroll yang otomatis dan dapat diakses secara online. Hal ini untuk memudahkan tim keuangan dalam memonitor dan melaksanakan payroll secara mudah dari mana saja dan kapan saja dibutuhkan. Tentunya akan lebih baik jika memilih produk pembayaran gaji andalan yang memang aksesbilitasnya bisa dilakukan menggunakan media apapun. Sehingga saat tim keuangan sedang berada di luar kantor tetap bisa menjalankan dan memonitor sistem payroll tersebut supaya selalu tepat waktu. Selain itu sistem yang online dan otomatis juga membantu memberikan informasi payroll pada karyawan lebih efisien. Contohnya saat membutuhkan cetak slip gaji, dengan memiliki cara online maka tentu akan lebih mudah dilakukan dan menghemat waktu ataupun tenaga.

Cek Jumlah Karyawan

Melihat jumlah karyawan yang terdapat di dalam perusahaan juga cukup penting untuk diketahui. Oleh sebab itu lakukan pengecekan skala perusahaan yang akan menggunakan sistem payroll pilihan. Umumnya perusahaan dengan jumlah karyawan yang minim akan lebih mudah bila menggunakan sistem payroll sederhana. Namun pastinya jika perusahaan memiliki ratusan hingga ribuan karyawan, tentu butuh sistem yang lebih efektif dan efisien dan dapat membantu pembayaran payroll secara otomatis. Oleh sebab itu menentukan produk payroll terbaik memang membutuhkan selektifitas yang tinggi. Termasuk dalam hal ini menempatkan jumlah karyawan untuk memperoleh sistem payroll yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Perhatikan Review Produk Keseluruhan

Hal yang cukup penting untuk diperhatikan saat memilih sistem untuk payroll perusahaan yang terbaik yaitu memastikan bahwa produk atau sistem yang dipilih memiliki review yang cukup baik dari para penggunannya terdahulu. Apabila ada banyak tanggapan positif, maka secara tidak langsung sistem yang digunakan memadai dan cocok untuk dijadikan pilihan. Sebaiknya berhati-hati jika banyak review yang negatif tentang sistem yang akan dipilih tersebut. Karena hal ini berpotensi mendatangkan kesulitan atau kerugian di masa yang akan datang.

Demikianlah beberapa informasi berkaitan dengan memilih sistem payroll perusahaan terbaik yang dapat diterapkan dalam sebuah perusahaan. Terutama jika memiliki cukup banyak karyawan dan membutuhkan sistem payroll paling efektif dan efisien. Dengan memilih produk yang tepat, tentu saja pembayaran payroll karyawan setiap bulannya akan jauh lebih mudah. Sehingga tim keuangan perusahaan tidak mengalami kesulitan lebih lanjut dan dapat memonitor pembayaran payroll setiap bulannya lebih mudah.

Read More

Cara Menghitung Pesangon

Saat berakhirnya masa kerja seorang karyawan atau terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), perusahaan wajib menyerahkan sejumlah uang pesangon kepada karyawan. Besaran uang pesangon yang diberikan ditentukan berdasarkan masa kerja karyawan. Selain uang pesangon, ada pula uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak termasuk jenis pemberian uang bagi karyawan yang terkena PHK.

Tak jarang, banyak perselisihan yang terjadi antara karyawan dan perusahaan karena perbedaan pendapatan pesangon. Sehingga dapat menimbulkan terjadinya demonstrasi oleh karyawan yang PHK atau resign.

Jangan khawatir bahwa Anda tidak mendapatkan uang pesangon ini, karena semua ketentuannya diatur menurut UU Ketenagakerjaan No.13 tahun 2003. Adapun 3 cara menghitung pesangon karyawan adalah sebagai berikut:

1. Cek tabel rumus perhitungan hak pesangon

Pastikan jenis PHK-nya untuk menemukan rumusan perhitungan haknya. Setiap jenis PHK memiliki perhitungan yang berbeda-beda.

2. Cek tabel hak sesuai masa kerja

Yang menjadi patokan utama adalah masa kerja karyawan ditentukan berdasarkan:

a) Uang Pesangon karyawan diatur dalam Pasal 156 Ayat (2), yaitu:

  • Masa kerja < 1 tahun mendapatkan 1 bulan upah;
  • Masa kerja > 1 tahun maksimal 2 tahun, 2 bulan upah;
  • Masa kerja > 2 tahun maksimal 3 tahun, 3 bulan upah;
  • Masa kerja > 3 tahun maksimal 4 tahun, 4 bulan upah;
  • Masa kerja > 4 tahun maksimal 5 tahun, 5 bulan upah;
  • Masa kerja > 5 tahun maksimal 6 tahun, 6 bulan upah;
  • Masa kerja > 6 tahun maksimal 7 tahun, 7 bulan upah;
  • Masa kerja > 7 tahun maksimal 8 tahun : 8 bulan upah;
  • Masa kerja > 8 tahun mendapatkan 9 bulan upah.

Dalam hal ini, upah tetap terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap, seperti tunjangan makan, transportasi, dan kesehatan.

b) Uang Penghargaan Masa Kerja

Apabila Anda telah bekerja minimal tiga tahun di perusahaan dengan gaji bulanan, lalu terkena PHK, maka Anda mendapatkan uang penghargaan masa kerja (UPMK) sebagai bentuk penghargaan. Perhitungan UPMK diatur dalam Pasal 156 Ayat (3), yaitu:

  • Masa kerja > 3 tahun maksimal 6 tahun, 2 bulan upah;
  • Masa kerja > 6 tahun maksimal 9 tahun, 3 bulan upah;
  • Masa kerja > 9 tahun maksimal 12 tahun, 4 bulan upah;
  • Masa kerja > 12 tahun maksimal 15 tahun, 5 bulan upah;
  • Masa kerja > 15 tahun maksimal 18 tahun, 6 bulan upah;
  • Masa kerja > 18 tahun maksimal 21 tahun, 7 bulan upah;
  • Masa kerja > 21 tahun maksimal 24 tahun, 8 bulan upah;
  • Masa kerja > 24 tahun mendapatkan 10 bulan upah.

c) Uang Penggantian Hak (UPH)

Dalam Pasal 156 Ayat (4), ada 4 jenis uang penggantian hak yang wajib diberikan perusahaan kepada karyawan terkena PHK, yaitu:

  • Sisa cuti tahunan yang belum diambil yang bisa diuangkan. Cuti tahunan dapat dihitung dengan cara: (jumlah hak cuti proporsional yang belum diambil : jumlah hari kerja dalam 1 bulan) x upah tetap dalam 1 bulan
  • Biaya pemulangan pekerja yang ingin pindah ke kota lain untuk bekerja
  • Biaya penggantian perumahan serta pengobatan kesehatan yang ditetapkan sebesar 15% dari uang pesangon dan UPMK
  • Hal lain yang telah disepakati pada kontrak kerja dan peraturan perusahaan

3. Hitung total hak pesangon

Selama bekerja di PT X, Rudi mendapatkan gaji pokok Rp 3,5 juta/bulan, dengan tunjangan tetap sebesar Rp 1 juta/bulan. Setelah melewati masa kerja selama 4 tahun 7 bulan, dia mengalami PHK pada 10 September. Hak cuti tahunan yang telah diambil sebanyak 4 hari dari 12 hari per tahun. Berapa kewajiban yang harus diterima Rudi?

  • Upah yang diperoleh sebesar = Gaji pokok + tunjangan tetap

= 3.500.000 + 1.000.000

= 4.500.000

  • Uang pesangon dengan masa kerja 4 tahun 7 bulan (5 bulan upah)

= 5 x 4.500.000

= 22.500.000

  • Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK) dengan masa kerja 4 tahun 7 bulan (2 bulan upah)

= 2 x 4.500.000

= 9.000.000

  • Uang Penggantian Hak (UPH)

– Hak Cuti = ((Hak cuti Jan s/d Sep) – 4 hari / 25 hari) x 4.500.000

= (9 – 4) / 25 x 4.500.000

= 900.000

– Hak Perumahan dan Pengobatan

= 15% x (22.500.000 + 9.000.000)

= 4.725.000

Jadi, jumlah kewajiban perusahaan yang harus diterima Rudi adalah:

= Uang Pesangon + UPMK + UPH

= 22.500.000 + 9.000.000 + (900.000 + 4.725.000)

= Rp 37.125.000

Pemberian pesangon ini sangat berisiko bagi perusahaan, maka tentunya perusahaan harus secara teliti dalam menghitung pesangon untuk menghindari kesalahan yang dapat menyebabkan konflik antara karyawan dan perusahaan.

Demikian informasi mengenai cara menghitung pesangon karyawan sesuai UU Ketenagakerjaan. Semoga bermanfaat bagi para pembaca!

Read More

UMR Provinsi di seluruh Indonesia

Ketika Anda bekerja sebagai karyawan di perusahaan, mendapatkan gaji menjadi hal yang sangat dinantikan. Gaji atau upah diberikan setiap bulan dan jumlahnya telah diperhitungkan oleh perusahaan sesuai dengan posisi pekerjaan, standar perusahaan dan biaya hidup. Artikel kali ini membahas tentang pengertian dan kenaikan UMR serta perhitungan UMR provinsi.

Pengertian UMR

Upah Minimum Regional (UMR) adalah suatu standar yang digunakan oleh para pengusaha, pelaku industri dan perusahaan dalam memberikan upah atau gaji kepada pegawai, karyawan dan buruh di tempat mereka bekerja. UMR lebih dikenal dengan Upah Minimum Provinsi (UMP). Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 78 tahun 2018 tentang Pengupahan, besaran UMR menjadi kewenangan Gubernur dari provinsi tersebut.

Kenaikan UMR

Sejak 1 Januari 2018, 34 provinsi di Indonesia menetapkan besaran tingkat kenaikan UMR sesuai dengan kebijakan dari Kemnaker dan rata-rata kebutuhan hidup di setiap provinsi. Berikut ini daftar kenaikan UMR dari 33 provinsi di Indonesia pada tahun 2018.

1. Kalimantan Tengah, dari UMP 2017 Rp 2.227.307 menjadi Rp 2.421.305

2. Yogyakarta, dari UMP 2017 Rp 1.337.645 menjadi Rp 1.454.154

3. Lampung, dari UMP 2017 Rp 1.908.447 menjadi Rp 2.074.673

4. Sumatera Utara, dari UMP 2017 Rp 1.961.354 menjadi Rp 2.132.188

5. Papua Barat, dari UMP 2017 Rp 2.421.500 menjadi Rp 2.667.000

6. Nusa Tenggara Barat, dari UMP 2017 Rp 1.631.245 menjadi Rp 1.825.000

7. Nusa Tenggara Timur, dari UMP 2017 Rp 1.525.000 menjadi Rp 1.660.000

8. Maluku, dari UMP 2017 Rp 1.925.000 menjadi Rp 2.222.220

9. Riau, dari UMP 2017 Rp 2.266.722 menjadi Rp 2.464.154

10. Kalimantan Timur, dari UMP 2017 Rp 2.339.556 menjadi Rp 2.543.331

11. Jawa Barat, dari UMP 2017 Rp 1.420.624 menjadi Rp 1.544.360

12. Banten, dari UMP 2017 Rp 1.931.180 menjadi Rp 2.099.385

13. Sulawesi Selatan, dari UMP 2017 Rp 2.435.625 menjadi Rp 2.647.767

14. Kalimantan Utara, dari UMP 2017 Rp 2.354.800 menjadi Rp 2.559.903

15. Sumatera Selatan, dari UMP 2017 Rp 2.388.000 menjadi Rp 2.595.995

16. Jambi, dari UMP 2017 Rp 2.063.948 menjadi Rp 2.243.718

17. Sumatera Barat, dari UMP 2017 Rp 1.949.284 menjadi Rp 2.119.067

18. Sulawesi Barat, dari UMP 2017 Rp 2.017.780 menjadi Rp 2.193.530

19. Kalimantan Selatan, dari UMP 2017 Rp 2.258.00 menjadi Rp 2.454.671

20. Jawa Tengah, dari UMP 2017 Rp 1.367.000 menjadi Rp 1.486.065

21. Sulawesi Utara, dari UMP 2017 Rp 2.598.000 menjadi Rp 2.824.286

22. Kepulauan Riau, dari UMP 2017 Rp 2.358.454 menjadi Rp 2.563.875

23. Jawa Timur, dari UMP 2017 Rp 1.388.000 menjadi Rp 1.508.894

24. DKI Jakarta, dari UMP 2017 Rp 3.355.750 menjadi Rp 3.648.035

25. Gorontalo, dari UMP 2017 Rp 2.030.000 menjadi Rp 2.206.813

26. Bali, dari UMP 2017 Rp 1.956.727 menjadi Rp 2.127.157

27. Aceh, dari UMP 2017 Rp 2.500.000 menjadi Rp 2.717.750

28. Banka Belitung, dari UMP 2017 Rp 2.534.673 menjadi Rp 2.755.443

29. Bengkulu, dari UMP 2017 Rp 1.737.412 menjadi Rp 1.888.741

30. Sulawesi Tengah, dari UMP 2017 Rp 1.807.775 menjadi Rp 1.965.232

31. Sulawesi Tenggara, dari UMP 2017 Rp 2.002.625 menjadi Rp 2.177.052

32. Kalimantan Barat, dari UMP 2017 Rp 1.882.900 menjadi Rp 2.046.900

33. Papua, dari UMP 2017 Rp 2.663.646 menjadi Rp 2.895.65

Perhitungan UMR

Untuk tahun 2018, perhitungan UMR harus berdasarkan data inflasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia dari Badan Pusat Statistik (BPS). Dari data di atas, perhitungan kenaikan UMR provinsi untuk tahun 2018 adalah UMR 2017 + (UMR 2017 x 8,71 persen).

Berdasarkan data tersebut, provinsi DKI Jakarta adalah daerah provinsi dengan nilai UMR tertinggi dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia. Sedangkan, kenaikan UMR paling tinggi adalah provinsi Papua yaitu sebesar 9,39%. Namun, hanya satu yang belum terdaftar, yakni Maluku Utara.

Sebagai seorang karyawan, Anda perlu memahami nilai gaji UMR provinsi untuk mendapatkan upah yang layak sesuai standar UMR yang berlaku dan terhindar dari upah dibawah standar.

Demikian informasi dari Payrollbozz mengenai UMR provinsi. Semoga bermanfaat bagi para pembaca!

Read More